MAKALAH
METODE AUTHENTIKASI JARINGAN WIRELESS
MODUS INFRASTRUKTUR (HOTSPOT)
Di susun oleh :
Nama : Dedy Kurniawan
NIM : 3105311054
Prodi : Sistem Informasi
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
Tahun Akademik 2010/2011
KATA PENGANTAR
Sebelumnya saya mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada saya , sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini tepat pada waktunya. Terdorong oleh rasa ingin tahu , kemauan , dan kerja keras , saya kerahkan seluruh upaya demi mewujudkan keinginan ini. Semoga karya ilmiah ini dapat memenuhi kewajiban saya dalam tugas bahasa indonesia untuk membuat karya ilmiah dengan tema “Metode Authentikasi Jaringan Wireless Modus Infratuktur (Hotspot).
Adapun harapan saya, semoga karya ilmiah ini dapat menambah wawasan pembaca mengenai jaringan wireless , dengan maksud nantinya pembaca mengerti apa yang dimaksud jaringan wireless itu. Saya menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan karya ilmiah ini
Yogyakarta, januari 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
A. Pendahuluan……………………………………………………………................3
B. Permasalahan………………………………………………………………...........4
1.Latar belakang masalah...............................................................................4
2.Rumusan masalah.......................................................................................5
C. Tujuan Penulisan.............................................................................................5
D. Pembahasan.....................................................................................................5
1. Jaringan hot spot wifi...................................................................................5
2. Wireless, Wi-fi , dan Hotspot......................................................................6
3. Modus Infrastruktur....................................................................................7
4. Standar 802.11.........................................................................................10
5. Shared Key Authentication (WEP)...........................................................11
6. Setting Authentication pada Access Point..............................................12
7. Standar 802.1X / EAP..............................................................................13
E. Kesimpulan....................................................................................................14
Daftar pustaka................................................................................................16
A. Pendahuluan
Penggunaan Teknologi wireless banyak digunakan untuk pengganti kabel - kabel LAN atau bahkan WAN dikarenakan penggunaan wireless untuk kasus tertentu lebih efisien dan lebih hemat. Contohnya saja, untuk jaringan LAN, sekarang banyak sekali terdapat ”Hotspot” atau area yang menggunakan media wireless untuk koneksi ke internet, area Hotspot ini banyak sekali kita temukan bahkan banyak yang menyediakan akses free hotspot agar semua orang dapat menggunakan layanan ini secara gratis seperti di Universitas, Kafe, Mall, Kantor, Sekolah Menengah dan bahkan tempat – tempat umum lainnya seperti tempat rekreasi yang disediakan oleh jasa pihak ISP (Penyedia Jasa Layanan Internet) dan Pemda.
Implementasi Wireless di warnet pun sudah mulai digunakan yaitu dengan menggunakan Accest Point dan tidak lagi menggunakan kabel UTP dan Switch yang tentunya akan merepotkan dalam instalasinya, apalagi jika di tempat tersebut yang menggunakan banyak komputer, mungkin akan lebih efisien penggunaannya. Untuk jaringan WAN sendiri, wireless dapat digunakan untuk menggantikan kabel Fiber Optik yang mahal harganya yaitu dengan menggunakan teknologi VSAT atau penggunaan BTS – BTS yang ada.
Teknologi yang digunakan untuk masing – masing kebutuhan pun berbeda – beda sesuai dengan jarak tempuh yang mampu ditangani oleh teknologi tersebut, contohnya saja Bluetooth hanya bisa menjangkau jarak tidak sampai sampai 10m, dan jaringan hotspot Wi-fi hanya menjangkau area 100-200 meter, apalagi jika terhalang dinding maka coverage area yang didapat akan semakin kecil.
B. Permasalahan
1. Latar Belakang Masalah
Tidaklah asing lagi mendengar istilah ”Wireless”, kemajuan teknologi yang sangat pesat memungkinkan peralatan – peralatan yang menggunakan teknologi kabel digantikan dengan teknologi yang tidak menggunakan kabel seperti media frekuensi radio. Wireless biasa disebut banyak orang sebagai media yang menghubungkan antar device yang satu kedevice yang lain tanpa menggunakan kabel. Televisi, radio, handphone, remote control, controller PS3, wireless mouse, dsb hanyalah sebagian kecil alat-alat yang menggunakan teknologi wireless. mungkin inilah yang menjadikan istilah ”wireless” sangat populer dan cepat berkembang.
Seiring dengan perkembangan teknologi wireless juga, semakin banyak pula dan beragam serangan – serangan terhadap keamanan dari wireless tersebut terlebih lagi dijaringan hotspot. Metode – metode authentikasi dan keamanan pada jaringan hotspot juga semakin beragam dan diperbaiki. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk membahas metode – metode authentikasi pada jaringan wi-fi tersebut.
2. Rumusan Masalah
Berkaitan dengan teknologi yang telah menggunakan metode authentikasi jaringan wireless yang telah di paparkan di atas, maka pada kesempatan ini perlu di pertanyakan tentang, Mengapa Metode Authentikasi diperlukan pada jaringan Hotspot? Selain itu dalam permasalahan ini ada beberapa metode-metode authentikasi dan keamanan pada jaringan hotspot, oleh sebab itu dalam karya ilmiah ini akan membahas wireless,wi-fi,dan hotspot.
C. Tujuan Penulisan
Dalam karya ilmiah ini, adapun tujuan penulisan nya adalah untuk mengetahui metode – metode authentikasi yang baik untuk diterapkan dalam membangun jaringan hospot agar terhindar dari serangan hacker atau masuknya intruder illegal ke dalam jaringan wireless
Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode literatur dan melakukan percobaan. Penulis mendapatkan bahan dari berbagai sumber literatur baik yang tertulis dari buku maupun dari internet yang berkaitan dengan metode authentikasi pada keamanan jaringan hotspot wi-fi.
D. Pembahasan
1. Jaringan hotspot wifi
Jaringan hotspot wi-fi yang menggunakan media udara menyebabkan banyak kelemahan di jaringan wireless hotspot jika dibandingkan penggunaan jaringan kabel contohnya keamanan data yang dilewatkan diudara maupun masalah interferensi. Masalah keamanan data ini timbul karena media udara adalah media publik dimana siapapun orang bisa masuk ke dalamnya secara bebas.
Karena jaringan wireless merupakan jaringan yang memiliki topologi terbuka, maka harus lebih diperhatikan masalah keamanannya. Secara minimal, sekuritas dalam WLAN menggunakan sistem SSID (Service Set Identifier), sedangkan untuk lebih aman, digunakan metode enkripsi agar lalu lintas data tidak dapat dibaca oleh pihak luar. Jenis authentikasi ada bermacam-macam, yaitu Open System, Shared Key, WPA-PKS, WPA2 – PSK, dan 802.1X / EAP.
Keamanan pada jaringan wireless hotspot ini dimulai dengan standar yang dikeluarkan ieee yaitu standar 802.11 lalu semakin diperbaiki kelemahan nya dengan mengeluarkan standar – standar berikutnya.
Standar – standar tersebut memilki metode - metode authentikasi yang berbeda, seiring dengan berkembangnya teknologi wireless.
2. Wireless, Wi-fi , dan Hotspot
Wireless menggunakan gelombang radio electromagnetic untuk berkomunikasi dengan lainnya. Sebagai media transmisi menggantikan media kabel. Semakin jauh jangkaun dari wireless maka sinyal dan kecepatan yang akan didapatkan diujung akan semakin rendah. Wireless Fidelity adalah standar yang dibuat oleh konsorsium perusahaan produsen peranti W-LAN yaitu Wireless Ethernet Communications Alliance untuk mempromosikan kompatibilitas perangkat 802.11. HotSpot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu Access Point Wireless LAN standar 802.11a/b/g, dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA atau lainnya.
3. Modus Infrastruktur
Modus infrastruktur atau yang disebut Basic Service Set (BSS) adalah modus jaringan yang digunakan untuk menghubungkan wireless client dengan jaringan kabel yang telah ada. Adapun syarat untuk membangun jaringan ”infrastruktur” ini adalah dengan sebuah Accest point dan wireless client adapter. Sebuah Accesst point diibaratkan seperti hub/switch nya wireless, jadi semua komputer client yang akan berkomunikasi ke komputer lainnya akan melalui access point ini. Sebuah Access point dapat dihubungkan ke dalam jaringan kabel yang telah ada karena umumnya AP menyediakan port UTP untuk dihubungkan ke jaringan ethernet. Komputer – komputer yang terhubung ke dalam jaringan ”BSS” ini harus menggunakan SSID (Service Set Identifier) yang sama. SSID yaitu nama sebagai pengenal jaringan hotspot. Jadi dapat dikatakan, jaringan Hotspot Wi-fi merupakan Jaringan infrastruktur.
Sedangkan ESS (Extended service Set) adalah kumpulan jaringan – jaringan BSS dalam suatu area jaringan tertentu jika terdapat lebih dari satu BSS. Menurut Standar IEEE 802.11 berdasarkan mobilitas terdapat 3 tipe stasiun :
1. Tanpa transisi, tidak bergerak atau sedikit bergerak di dalam daerah cakupan BSS
2. Transisi BSS, pergerakan stasiun dari 1 BSSke BSS lain dalam ESS
3. Transisi ESS, pergerakan stasiun dari BSS dalam sebuah ESS ke BSS dalam ESS lain
Selain modus Infrastruktur ini, ada juga Modus Ad-Hoc, yaitu bentuk jaringan yang paling sederhana, menghubungkan beberapa komputer ke dalam sebuah jaringan secara peer-to-peer tanpa menggunakan Access point. Modus ini biasa disebut juga IBBS (independent Basic Service Set). Akan tetapi, modus jaringan ad-hoc cara kerjanya lebih rumit dan mempunyai banyak keterbatasa dibandingkan dengan penggunaan access point.
Mengapa Metode Authentikasi diperlukan pada jaringan Hotspot?
Seiring dengan perkembangan teknologi wireless yang semakin pesat, khususnya jaringan hotspot, semakin dibutuhkannya pula jaringan hotspot ini sebagai media untuk koneksi internet sehingga sangat mendukung perangkat yang mobile seperti HP, laptop, dsb. Maka dari itu, diperlukan pula suatu metode authentikasi keamanan di jaringan hotspot tersebut agar tidak semua orang bisa bebas masuk ke dalam jaringan hotspot tersebut.
Metode authentikasi merupakan suatu cara untuk mendukung keamanan di suatu jaringan, hal ini dilakukan untuk mencegah ancaman yang datang dari seseorang yang mempunyai keinginanmemperoleh akses ilegal ke dalam suatu jaringan hotspot. Oleh karena itu, harus ditentukan siapa saja yang diperbolehkan mempunyai akses legal ke dalam sistem, Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh penyusup, disini saya akan menjelaskan sedikit tentang tujuan dari penyusup masuk ke dalam jaringan. Ini sangat berguna dalam merencanakan sistem keamanan jaringan hotspot tersebut.
Beberapa tujuan para penyusup tersebut antara lain :
• Pada dasarnya hanya ingin tahu sistem dan data yang ada pada suatu jaringan komputer yang dijadikan sasaran. Penyusup yang bertujuan seperti ini sering disebut dengan The Curius.
• Membuat sistem jaringan menjadi down, Penyusup yang mempunyai tujuan seperti ini sering disebut sebagai The Malicious.
• Berusaha untuk menggunakan sumber daya di dalam sistem jaringan tersebutr. Penyusup seperti ini sering disebut sebagai The High-Profile Intruder.
• Ingin tahu data apa saja yang ada di dalam jaringan tersebut untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Penyusup seperti ini sering disebut sebagai The Competitio
- Standar 802.11
Standar 802.11 merupakan standarisasi awal untuk keamanan jaringan wireless. Metode pengamanan yang digunakan yaitu WEP (Wired Equivalent Privacy). Standarisasi 802.11 ini menentukan bahwa untuk bisa bergabung ke dalam jaringan hotspot, sebelum client bisa mengirim dan menerima data melalui Access Point, harus melalui 2 pintu yang harus dilalui yaitu Authentication dan Association.
Standarisasi 802.11 ini menggunakan 2 jenis Authentication yaitu
a. Open System Authentication
Pada open system authentication ini, bisa dikatakan tidak ada ”authentication” yang terjadi karena client bisa langsung terkoneksi dengan AP (Access point). Setelah client melalui proses open system authentication dan Association, client sudah diperbolehkan mengirim data melalui AP namun data yang dikirim tidak akan dilanjutkan oleh AP kedalam jaringannya. Bila keamanan WEP diaktifkan, maka data-data yang dikirim oleh Client haruslah dienkripsi dengan WEP Key. Bila ternyata setting WEP Key di client berbeda dengan setting WEP Key di AP (Access Point) maka AP tidak akan menggenal data yang dikirim oleh client yang mengakibatkan data tersebut akan di buang (hilang). Jadi walaupun client diijinkan untuk mengirim data, namun data tersebut tetap tidak akan bisa melalui jaringan AP bila WEP Key antara Client dan AP ternyata tidak sama.
b. Setting Open System Authentication
Secara default, authentikasi pada Access Point tidak diaktifkan (disable). Ini menjadikan siapa saja yang memiliki koneksi wi-fi dapat mengakses jaringan AP tersebut. jaringan “linksys” tersebut “unsecured”, artinya bahwa tidak ada metode authentikasi ataupun enkripsi padanya, sehingga setiap user yang mengetahui SSID-nya dapat terkoneksi ke jaringan tersebut.
5. Shared Key Authentication (WEP)
Open system authentication, Shared Key Authentication mengharuskan client untuk mengetahui lebih dahulu kode rahasia (passphare key) sebelum mengijinkan terkoneksi dengan AP. Jadi apabila client tidak mengetahui ”Key” tersebut maka client tidak akan bisa terkoneksi dengan Access Point. Pada Shared Key Authentication, digunakan juga metode keamanan WEP. Pada proses Authenticationnya, Shared Key akan ”meminjamkan” WEP Key yang digunakan oleh level keamanan WEP, client juga harus mengaktifkan WEP untuk menggunakan Shared Key Authentication.WEP menggunakan algoritma enkripsi RC4 yang juga digunakan oleh protokol https. Algoritma ini terkenal sederhana dan mudah diimplementasikan karena tidak membutuhkan perhitungan yang berat sehingga tidak membutuhkan hardware yang terlalu canggih. Pengecekan WEP Key pada proses shared key authentication dilakukan dengan metode Challenge and response sehingga tidak ada proses transfer password WEP Key. Metode yang dinamakan Challenge anda Response ini menggantikan pengiriman password dengan pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan password yang diketahui.
Prosesnya sebagai berikut
- Client meminta ijin kepada server untuk melakukan koneksi.
- Server akan mengirim sebuah string yang dibuat secara acak dan mengirimkanya kepada client.
- Client akan melakukan enkripsi antara string/ nilai yang diberikan oleh server dengan password yang diketahuinya. Hasil enkripsi ini kemudian dikirimkan kembali ke server.
- Server akan melakukan proses dekripsi dan membandingkan hasilnya. Bila hasil dekripsi dari client menghasilkan string/nilai yang sama dengan string/nilai yang dikirimkan oleh server, berarti client mengetahui password yang benar.
- Setting Authentication pada Access Point
Pada Access Point, cara setting Authentication juga hampir sama dengan sistem operasi windows xp, cuma penamaan istilah nya saja yang berbeda. Pada AP merek Linksys, untuk memilih tipe authentikasinya terdapat 2 pilihan yaitu Auto dan Shared Key. Pilihan ini terdapat pada bagian ”Advanced Wireless setting”. Untuk pilihan Auto, berarti setingan di AP menyesuaikan dengan setingan di komputer client jadi jika client menggunakan Open System Authentication maka otomatis AP juga memakai Open System Authentication. Sedangkan untuk pilihan Shared, berarti Access Point menggunakan “Shared Key Authentication” dan dikomputer client juga harus memakai setting ini. Secara Default, Access Point Linksys menggunakan pilihan Auto, pada bebeapa AP merek lain, pilihan menu “type authentication” ini tidak tersedia karena AP akan secara otomatis mendeteksi setting dari client.
- Standar 802.1X / EAP
Spesifikasi yang dibuat oleh IEEE 802.1X untuk keamanan terpusat pada jaringan hotspot Wi-fi. Tujuan standar 8021X ini adalah untuk menghasilkan kontrol akses, autentikasi, dan manajemen kunci untuk wireless LANs. Spesifikasi ini secara umum sebenarnya ditunjukan untuk jaringan kabel yang menentukan bahwa setiap kabel yang dihubungkan ke dalam switch harus melalui proses auntetikasi terlebih dahulu dan tidak boleh langsung memperbolehkan terhubung kedalam jaringan. Standar 802.1x IEEE juga mendukung beberapa metode autentikasi, seperti smart cards, Protected EAP (PEAP) , dan yang lebih baik lagi adalah biometrics. Jadi password hanya bisa digunakan oleh satu pengguna pada satu waktu
E. KESIMPULAN
Dari pembahasan jaringan hotspot wifi di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan penting, di antaranya adalah:
- Wireless menggunakan gelombang radio electromagnetic untuk berkomunikasi dengan lainnya. Sebagai media transmisi menggantikan media kabel. Semakin jauh jangkaun dari wireless maka sinyal dan kecepatan yang akan didapatkan diujung akan semakin rendah.
- Metode authentikasi merupakan suatu cara untuk mendukung keamanan di suatu jaringan, hal ini dilakukan untuk mencegah ancaman yang datang dari seseorang yang mempunyai keinginanmemperoleh akses ilegal ke dalam suatu jaringan hotspot.
- Open System Authentication lebih baik daripada Shared Key Authentication bila di implentasikan dengan benar. Karena Shared Key Authentication meminjam WEP Key pada saat Client meminta izin untuk melakukan koneksi. Pada saat AP mengirim sebuah string acak kepada computer client dapat dengan mudah di lihat oleh hacker, demikian juga hasil enkripsi yang dikirimkan kembali dari client ke AP sehingga Hacker bisa mengcrack WEP Key.
Solusinya lebih baik untuk menggunakan Open System Authentication yang disertai dengan Enkripsi agar hacker tidak mendapatkan contoh plaintext beserta ciphertext (hasil enkripsi dari WEP Key).
- Untuk melakukan koneksi ke Jaringan Hotspot apabila SSID nya tersembunyi (Hidden SSID). maka bisa mensetting Authentikasi nya pada windows XP , bila Setingan tersebut sesuai dengan setingan di AP, maka client akan otomatis terkoneksi.
- Banyaknya wireless LAN yang aktif dengan konfigurasi default akan memudahkan para hacker dapat memanfaatkan jaringan tersebut secara ilegal. Konfigurasi default dari tiap vendor perangkat wireless sebaiknya dirubah settingnya sehingga keamanan akses terhadap wifi tersebut lebih baik. Keamanan jaringan Wireless dapat ditingkatkan dengan cara tidak hanya menggunakan salah satu cara mensetting yang sudah dibahas diatas, tetapi dapat menggunakan kombinasi beberapa teknik sehingga keamanan lebih terjamin.








0 komentar:
Posting Komentar